Selasa, 25 Desember 2012

My Heart

Hanya "Hati" dan "Pikiran" yang mampu menembus sekat-sekat yang membatasi raga. kau boleh saja melarangku untuk tetap berada diruang dan waktu tertentu. tapi kau tdk bisa memenjarakan hati dan pikiranku u/ meluapkan segala yg kuterima, segala yg terpikir, karena hati dan pikiran mampu menembus sekat-sekat agama, budaya, suku, ras, bangsa, bahkan realitas yang belum mewujud. Sebuah anugerah Tuhan yg harus disyukuri. syukur dgn mempergunakan sebaik-baiknya meski dgn menembus yang paling sensitif di sisi manusia. aku yakin Tuhan bangga ketika Ia menyaksikan kreasinya difungsikan. Bukan hanya sebagai penurut, penyontoh, atau penerima tanpa dikritisi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar