Senin, 03 Desember 2012

Cyberspace: syurga atau neraka?

kita telah sampai dan telah jauh berkelana pada realitas cyberspace (jagad maya), di mana realitas yg senyata-nyatanya telah menjd kabur sekabur-kaburnya, realitas bikinan kapitalis teknologi media yg tentu bermuara pada keuntungan besar pd dirinya, dgn janji kebebasan, demokrasi, keterbukaan, dan syurga dunia tanpa sekat agama, ras, budaya, jarak, dsb. sebuah janji yg sgt manjur terhadap org yg mengikuti dan berlindung pada kekuatannya...cyberspace sebagai dunia baru yang diciptakan oleh teknologi media, menurut Mark Slouka merupakan dunia yang menggeser makna realitas nyata manusia yang sebenar-benarnya. Slouka menangisi hilangnya realitas-realitas masa lalu kita yang di dalamnya terkandung realitas yang jauh lebih bermakna, jauh lebih jujur, dan jauh lebih arif. Slouka menyayangkan dinamika kehidupan manusia yang tenggelam dalam realitas semu yang justru menjadikan kita seperti orang dungu, dan menjadikan kita secara kolektif seperti bocah-bocah yang mudah ditipu (Slouka dalam Astar Hadi, 2005: 10). sejauh apapun kritik Mark Slouka terhdp kegilaan jagad maya ini takkan mampu menggeser kekuatan dan pengaruhnya. tp mungkin kritik beliau akan terasa dan mempan di saat manusia secara kolektif menyadari kelemahan cyberspace itu sendiri n di saat alam nyata ini sudah benar2 rusak... benarkah?? itu tentu pandangan saya. saya pikir inipun akan sgt bergantung pada cara pandang setiap orang terhadap kehadiran cyberspaces ini, akankah ia dipandang sebagai syurga dunia atau neraka dunianya?.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar