kita telah sampai dan telah jauh berkelana
pada realitas cyberspace (jagad maya), di mana realitas yg
senyata-nyatanya telah menjd kabur sekabur-kaburnya, realitas bikinan
kapitalis teknologi media yg tentu bermuara pada keuntungan besar pd
dirinya, dgn janji kebebasan, demokrasi, keterbukaan, dan syurga dunia
tanpa sekat agama, ras, budaya, jarak, dsb. sebuah janji yg sgt manjur
terhadap org yg mengikuti dan berlindung
pada kekuatannya...cyberspace sebagai dunia baru yang diciptakan oleh teknologi media,
menurut Mark Slouka merupakan dunia yang menggeser makna realitas nyata manusia
yang sebenar-benarnya. Slouka menangisi hilangnya realitas-realitas masa lalu
kita yang di dalamnya terkandung realitas yang jauh lebih bermakna, jauh lebih
jujur, dan jauh lebih arif. Slouka menyayangkan dinamika kehidupan manusia yang
tenggelam dalam realitas semu yang justru menjadikan kita seperti orang dungu,
dan menjadikan kita secara kolektif seperti bocah-bocah yang mudah ditipu
(Slouka dalam Astar Hadi, 2005: 10). sejauh apapun kritik Mark Slouka terhdp kegilaan
jagad maya ini takkan mampu menggeser kekuatan dan pengaruhnya. tp
mungkin kritik beliau akan terasa dan mempan di saat manusia secara
kolektif menyadari kelemahan cyberspace itu sendiri n di saat alam nyata
ini sudah benar2 rusak... benarkah?? itu tentu pandangan saya. saya pikir inipun akan sgt bergantung pada cara pandang setiap orang terhadap kehadiran cyberspaces ini, akankah ia dipandang sebagai syurga dunia atau neraka dunianya?.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar