Enam Bulan lagi
Terhitung sejak hari ini
Kurang lebih enam bulan lagi
Aku pulang ke tanah syurgaku
Membawa yang tak pasti
Mungkin hanya tetesen kecil
Mengalir di sudut hati
Menyelinap lentur seperti aroma
di gua cermei itu
Iya, setetes pengalaman setelah
bertahun-tahun lamanya
Menginjak, berjalan, bahkan
berlari
Di sudut kota, ditengah ruang
kelas, di pembaringan kost
Kiranya waktu enam bulan sangat
sedikit
Untuk meraih setetes lagi
pengalaman itu
Maka akupun harus mengejar lagi
Bait-bait yg bersusun rapi
Di perpustakaan, museum, pasar,
alun-alun
Candi-candi, pantai, gua dan
lembah, sungai, kebun
Di mana saja
Aku harus berlari, maraton
Sebelum pulang
Sebelum balik lagi tuk mengembara
Waktu ini cepat berlalu sayang…
Sedikit sekali yg akan aku bawa
Risau rasanya bila pengembaraanku
tak berguna
Ma’afkan aku yang banyak
menghabiskan waktu tuk bermain
Atau sekedar berdebat dengan
pikiran dan perasaanku sendiri
Dan ego-ku yang kerap
mengkhawatirkan
Atau kerap membuat orang2 yang ku
sayang sedih
Ma’afkan aku atas semuanya
Bukan niat tuk menyesali
Ini hanya sebuah pernyataan
Atas kesadaran yang tak mengenal
umur dan pendidikan
Enam bulan lagi sayang…
Aku kembali setelah lelah
Mondar-mandir di kota seru dan
berbudaya ini
Aku resah tak bisa memberimu
cahaya
Seperti yang banyak dinantikan kaum
akar rumput itu
Aku gelisah tak bisa berdansa
denganmu
seperti yang kurindukan semasa
pohon-pohon nangka yg rindang
masih menjadi ruang sakralku
mengkonsepsikan diriku
aku resah, gelisah, takut
tak bisa memberi apa-apa
tak meninggalkan apa-apa…
Ana, 14 Januari 2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar