Minggu, 13 Januari 2013

Enam Bulan Lagi



Enam Bulan lagi
Terhitung sejak hari ini
Kurang lebih enam bulan lagi
Aku pulang ke tanah syurgaku
Membawa yang tak pasti
Mungkin hanya tetesen kecil
Mengalir di sudut hati
Menyelinap lentur seperti aroma di gua cermei itu
Iya, setetes pengalaman setelah bertahun-tahun lamanya
Menginjak, berjalan, bahkan berlari
Di sudut kota, ditengah ruang kelas, di pembaringan kost
Kiranya waktu enam bulan sangat sedikit
Untuk meraih setetes lagi pengalaman itu
Maka akupun harus mengejar lagi
Bait-bait yg bersusun rapi
Di perpustakaan, museum, pasar, alun-alun
Candi-candi, pantai, gua dan lembah, sungai, kebun
Di mana saja
Aku harus berlari, maraton
Sebelum pulang
Sebelum balik lagi tuk mengembara
Waktu ini cepat berlalu sayang…
Sedikit sekali yg akan aku bawa
Risau rasanya bila pengembaraanku tak berguna
Ma’afkan aku yang banyak menghabiskan waktu tuk bermain
Atau sekedar berdebat dengan pikiran dan perasaanku sendiri
Dan ego-ku yang kerap mengkhawatirkan
Atau kerap membuat orang2 yang ku sayang sedih
Ma’afkan aku atas semuanya
Bukan niat tuk menyesali
Ini hanya sebuah pernyataan
Atas kesadaran yang tak mengenal umur dan pendidikan
Enam bulan lagi sayang…
Aku kembali setelah lelah
Mondar-mandir di kota seru dan berbudaya ini
Aku resah tak bisa memberimu cahaya
Seperti yang banyak dinantikan kaum akar rumput itu
Aku gelisah tak bisa berdansa denganmu
seperti yang kurindukan semasa pohon-pohon nangka yg rindang
masih menjadi ruang sakralku mengkonsepsikan diriku
aku resah, gelisah, takut
tak bisa memberi apa-apa
tak meninggalkan apa-apa…
Ana, 14 Januari 2013


Tidak ada komentar:

Posting Komentar