Rabu, 09 Januari 2013

Pustakawan Berpuisi, Why Not?

Puisi adalah sarana yang sangat digemari dalam mengekplorasikan ide, gagasan dan perasaan seseorang. siapapun boleh menuangkan apa saja yang dipikirkan dan dirasakannya dalam bentuk puisi, karnanya puisi mendapat tempat yang begitu strategis  baik dari kalangan anak-anak, remaja, atau tua. Juga dari kalangan umum, akademis, politis, agamis, budayawan, sampai sejarawan. Digemari dari berbagai profesi; guru, dosen, peneliti, sampai pustakawan. dari manapun asalnya, berapapun umurnya, dari kalangan mana saja, dan dari profesi apa saja, puisi masih menjadi sarana yang efektif dan bebas, sarana yang boleh ditumpangi siapa saja untuk memberikan sumbangan ide, gagasan, dan perasaan kepada khalayak ramai. makanya tidak mengherankan jika pustakawan, seperti yang selama ini dicitrakan sebagai figur yang kaku, kurang aktif, monoton, dan ntah apa lagi citra kurang menyenangkan lainnya, juga menggunakan puisi sebagai tempat menyalurkan segala yang dipikirkannya. maka sekarang ini bermunculan pustakawan yang berpuisi, dan menemui ruangnya sendiri seperti pada Group Pustakawan berpuisi yang digagas Oleh Putu Laxman Pendit yang dikhususkan untuk para pustakawan yang senang berpuisi. dan senyatanya banyak juga dosen Ilmu perpustakaan yang senang berpuisi .
kenyataan ini perlu mendapat apresiasi karna pustakawan bukan hanya pandai dalam hal mengolah, melayankan, dan menyebarluaskan informasi semata, namun mampu mencipta informasi dalam bentuk puisi yang sifatnya lebih rileks, lentur, dan bebas. dengan demikian citra pustakawan akan semakin menyenangkan dari pada sekedar sebagai pelayan informasi semata. untuk itu, pustakawan berpuisi dianggap sah-sah saja, dan kalau perlu dikembangkan dan dilestarikan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar